Thursday, November 19, 2015

HARTA KARUN LIMBAH DAN SAMPAH

Gemah Ripah, dirintis sejak 23 Februari 2008 di Kota Bantul oleh Bapak Bambang Suhendra M.Si, S.St. Berdiri dari tempat yang sempat tertimpa bencana alam pada saat itu. Dibangun sebagai penyemangat dan penghasil rezeki untuk para korban bencana alam. Berkecimpung dalam usaha sebagai bank, bukan sembarang bank pada umumnya melainkan bank yang menampung sejumlah sampah dan limbah, ya bank sampah. Dengan modal awal yang tidak terlalu besar sekitar kurang dari limaratus ribu, bank sampah ini didirikan.

            Awal mulanya kantor atau tempat usaha bank sampah sendiri masih dipinjami oleh warga yang terkena bencana alam. Mulai tahun 2010, bank sampah ini mempunyai kantor dan distro sendiri. Jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak pada awalnya tidak menghambat jalan usaha bank sampah ini. Sistem kerja bank sampah ini sama dengan selayaknya bank pada umumnya. Mempunyai nasabah dan staff yang memenejemen bank sampah ini.

Nasabah dari Bank Sampah Gemah Ripah tidak hanya dari satu kabupaten saja melainkan dari beberapa daerah disekitar Pulau Jawa. Dalam hal ini, nasabah yang dimaksudkan menabungkan samapah atau limbah bukan menabung uang atau berinvestasi. Nasabah bisa menabung langsung ke kantor di Bantul atau bisa juga karyawan datang untuk mengambil sampah atau limbah ke nasabah. Dalam hal ini, nasabah menabungkan sampah atau limbah mereka dan mendapatkan keuntungan dari penjualan barang-barang produksi dari sampah atau limbah tersebut, akan tetapi sebagian juga diberikan untuk para pengrajin. Dari situlah asal sampah dan limbah menjadi harta karun bagi sebagian orang.

Bank sampah juga disebut sebagai Bengkel Kesling ( Kesehatan Lingkungan ). Dibengkel atau bank sampah ini mendaur ulang sampah menjadi barang-barang unik dan tidak kalah keren dengan barang-barang berbahan baru atau pabrik. Salah satu yang paling unik untuk sebutan dari salah satu bahan yang diolah di bank sampah atau bengkel kesling ini adalah Banktigor ( Bank Tilas Gorengan ), maksudnya adalah limbah dari bekas minyak goreng. Banktigor ini bisa diolah menjadi bahan bakar biogas dan juga detergen cair. Ada beberapa jenis sampah yang bisa ditabung atau dikumpulkan di bank samapah ini, ada sekitar 42 jenis menurut Ibu Sri Suhartini.

Pemasaran barang atau produk dari bank sampah ini dengan menjual didistro milik bank sampah dan mulai menggunakan sistem pemasaran online. Bank sampah juga memiliki cara unik untuk hal pemasaran yaitu dengan pemasaran disaat ada kunjungan atau penelitian dari luar atau sekedar kunjungan wawancara, pihak bank sampah memberi syarat setiap kali berkunjung untuk penilitian atau wawancara, pengunjung dianjurkan untuk membeli produk dari bank sampah. Terlihat sedikit memaksa, akan tetapi jika sudah melihat produk dari bank sampah, pasti tidak akan kecawa membeli produk dari bank sampah ini. Omset penjualan produk setiap bulannya tidak menentu karena masih termasuk usaha serabutan. Bank samapah atau bengkel kesling buka setiap hari kecuali hari minggu dan tanggal merah, buka dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Gemah Rimpah berlokasi di Badegan RT. 12 Bantul, Yogyakarta 55711.
Posted on by Rajutan Kerajinan Tangan | No comments

0 komentar:

Post a Comment