Gemah
Ripah, dirintis sejak 23 Februari 2008 di Kota Bantul oleh Bapak Bambang
Suhendra M.Si, S.St. Berdiri dari tempat yang sempat tertimpa bencana alam pada
saat itu. Dibangun sebagai penyemangat dan penghasil rezeki untuk para korban
bencana alam. Berkecimpung dalam usaha sebagai bank, bukan sembarang bank pada
umumnya melainkan bank yang menampung sejumlah sampah dan limbah, ya bank
sampah. Dengan modal awal yang tidak terlalu besar sekitar kurang dari
limaratus ribu, bank sampah ini didirikan.
Awal mulanya kantor atau tempat
usaha bank sampah sendiri masih dipinjami oleh warga yang terkena bencana alam.
Mulai tahun 2010, bank sampah ini mempunyai kantor dan distro sendiri. Jumlah karyawan
yang tidak terlalu banyak pada awalnya tidak menghambat jalan usaha bank sampah
ini. Sistem kerja bank sampah ini sama dengan selayaknya bank pada umumnya.
Mempunyai nasabah dan staff yang memenejemen bank sampah ini.
Nasabah dari Bank Sampah Gemah Ripah tidak hanya dari satu
kabupaten saja melainkan dari beberapa daerah disekitar Pulau Jawa. Dalam hal
ini, nasabah yang dimaksudkan menabungkan samapah atau limbah bukan menabung
uang atau berinvestasi. Nasabah bisa menabung langsung ke kantor di Bantul atau
bisa juga karyawan datang untuk mengambil sampah atau limbah ke nasabah. Dalam
hal ini, nasabah menabungkan sampah atau limbah mereka dan mendapatkan
keuntungan dari penjualan barang-barang produksi dari sampah atau limbah
tersebut, akan tetapi sebagian juga diberikan untuk para pengrajin. Dari
situlah asal sampah dan limbah menjadi harta karun bagi sebagian orang.
Bank sampah juga disebut sebagai Bengkel Kesling (
Kesehatan Lingkungan ). Dibengkel atau bank sampah ini mendaur ulang sampah
menjadi barang-barang unik dan tidak kalah keren dengan barang-barang berbahan
baru atau pabrik. Salah satu yang paling unik untuk sebutan dari salah satu
bahan yang diolah di bank sampah atau bengkel kesling ini adalah Banktigor (
Bank Tilas Gorengan ), maksudnya adalah limbah dari bekas minyak goreng. Banktigor
ini bisa diolah menjadi bahan bakar biogas dan juga detergen cair. Ada beberapa
jenis sampah yang bisa ditabung atau dikumpulkan di bank samapah ini, ada
sekitar 42 jenis menurut Ibu Sri Suhartini.


0 komentar:
Post a Comment